Integrasi Pendidikan Multikultural dengan Memanfaatkan Kearifan Lokal dalam Membentuk Sikap Toleransi

Authors

DOI:

https://doi.org/10.59329/gawi.v5i1.265

Keywords:

Cultural Intelligence, Digital Era, Multiculturalism, The Role of Teachers

Abstract

Penelitian tentang pendidikan multikultural di sekolah menengah pertama umumnya masih terfokus pada kurikulum nasional atau pendekatan universal, tanpa secara khusus mengeksplorasi bagaimana kearifan lokal dapat diintegrasikan secara sistemik untuk merespons krisis toleransi dan civic problem seperti sentimen kelompok serta menurunnya rasa saling menghormati. Penelitian ini mengisi gap tersebut dengan kebaruan pada eksplorasi pola integrasi pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal dalam konteks SMP Negeri di Kota Mataram, wilayah dengan heterogenitas etnis (Sasak, Samawa, Mbojo, Bali) yang belum banyak dijadikan sebagai lokus studi kasus. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pola integrasi pendidikan multikultural serta faktor pendukung dan penghambatnya dengan memanfaatkan kearifan lokal. Pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus digunakan, melibatkan guru, kepala sekolah, dan siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan triangulasi. Temuan pertama, integrasi pendidikan multikultural dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler berbasis kearifan lokal. Kedua, melalui budaya sekolah seperti kegiatan IMTAQ inklusif dan program "Sabtu Budaya". Faktor pendukung: komitmen kepala sekolah, kompetensi multikultural guru, keterlibatan orang tua dan tokoh adat, serta kebijakan dinas pendidikan. Faktor penghambat: minimnya pelatihan guru, kurangnya sumber belajar baku, tantangan globalisasi, serta fasilitas sekolah yang tidak setara. Implikasi teoretis memperkuat konsep pendidikan kewarganegaraan multikultural berbasis kearifan lokal, sedangkan secara praktis, pembelajaran perlu dirancang secara integratif dengan menanamkan nilai-nilai kearifan lokal untuk menujudkan sikap toleransi siswa dalam merespons krisis identitas kebangsaan

References

Amin, M. (2018). Pendidikan multikultural. Jurnal Pilar: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 9(1), 24–34. https://doi.org/10.30957/edusiana.v4i1.3

AR, M., Suhaimi, S., Zulfikar, T., Sulaiman, S., & Masrizal, M. (2021). Educational integration of character education based on local culture through online learning in madras ahaliyah. Cypriot Journal of Educational Sciences, 16(6), 3293–3304.

Arvianti, A., Setiawan, B., Syamsunasir, & Widodo, P. (2023). Peran pemerintah daerah Lombok Barat terhadap konflik sosial di Desa Mareje. Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan (JISIP), 7(3), 2598–9944. https://doi.org/10.58258/jisip.v7i1.5094/http

Atmaja, I. M. D. (2020). Membangun toleransi melalui pendidikan multikultural. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 8(1), 113–121.

Banks, J. A. (2014). An introduction to multicultural education (fifth). University of Washington. https://ucarecdn.com/d82827b2-9e39-40fe-a717-a1aca81ce4a9/

Brata, D. N. P., Mahatmaharti, R. A. K., Istianingrum, R., Hasanudin, C., & Hadi, S. (2020). Developing pancasila and civic education (ppkn) based on local wisdom. Humanities & Social Sciences Reviews, 8(1), 768–773. https://doi.org/https://doi.org/10.18510/hssr.2020.8192

Budiono. (2021). Urgensi pendidikan multikultural dalam pengembangan nasionalisme indonesia. Jurnal Civic Hukum, 6(2015), 79–86. https://doi.org/https://doi.org/10.22219/jch.v6i1.15250

Çakır, T., & Özgenel, M. (2024). The relationship between transformational leadership and school happiness: The mediator role of school culture. Research in Educational Administration and Leadership, 9(3), 240–280. https://doi.org/10.30828/real.1377849

Ciampa, K., & Reisboard, D. (2024). Empowering teacher educators: Advancing culturally responsive practices through professional development. Action in Teacher Education, 46(4), 350–371. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/01626620.2024.2357088

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2009). Handbook of qualitative . Pustaka Pelajar.

Durr, T., Graves, N., & Hales, P. D. (2024). Family matters: Teachers’ perceptions of community and school culture after seven years of personalized learning reform. Middle Grades Review, 10(1). https://doi.org/10.70793/mgr.173

Eliza, Sumadi, T., & Abdillah, F. (2024). Membangun toleransi di kalangan peserta didik melalui program inklusi. De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 4(10), 399–404. https://doi.org/https://doi.org/10.56393/decive.v4i11.2575

Fadli, A. (2020). The effect of local wisdom-based elsii learning model on the problem solving and communication skills of pre-service islamic teachers. International Journal of Instruction. https://eric.ed.gov/?id=EJ1239216

Firdaus, D. K. A. (2020). Internalizing multiculturalism values through education: anticipatory strategies for multicultural problems and intolerance in indonesia. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 01(June), 131–141.

Fitrianah, R. D., & Saputri, M. O. (2021). Strategi guru ips dalam mananamkan sikap toleransi pada siswa multikultural: Studi kasus di smp negeri 15 kota bengkulu. Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE), 3(1), 95. https://doi.org/10.29300/ijsse.v3i1.4888

Gay, G. (2018). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice. Teachers College Press.

Handayani, N., & Abdulkarim, A. (2024). Value learning : Integrasi modal sosial bermuatan nilai kearifan lokal tradisi perang topat melalui pembelajaran ips. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(1), 1051–1062.

Handayani, N., & Wulandari, T. (2017). Implementasi pendidikan karakter berbasis multikultural di smk negeri 2 mataram. ISTORIA: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sejarah, 13(2). https://doi.org/10.21831/istoria.v13i2.17650

Hidayati, N. A., Waluyo, H. J., & Winarni, R. (2020). Exploring the implementation of local wisdom-based character education among indonesian higher education students. International Journal of Instruction, 13(2), 179-198.

Ismail, M., Khatibi, A. A., & Azam, S. M. F. (2022). Impact of school culture on school effectiveness in government schools in maldives. Participatory Educational Research (PER), 9(2), 261–279. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.17275/per.22.39.9.2

Kennedy, B. L., & Lopez, M. P. S. (2022). Effectively Teaching a single course in multicultural education to pre-service teachers. Teaching & Learning Inquiry, 10. https://doi.org/https://doi.org/10.20343/teachlearninqu.10.19

Kurniawan, S., & Miftah, M. (2021). Communal conflicts in west kalimantan: the urgency of multicultural education. Dinamika Ilmu, 21(1), 55–70. https://doi.org/doi: http://doi.org/10.21093/di.v21i1.2934

Luciani, R., & Malihah, E. (2020). Analisis nilai-nilai kearifan lokal rumah limas di sumatera selatan. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 2(1), 1–9. https://doi.org/10.52483/ijsed.v2i1.16

Marzuki, Miftahuddin, & Murdiono, M. (2020). Multicultural education in salaf pesantren and prevention of religious radicalism in Indonesia. Cakrawala Pendidikan, 39(1), 12–25. https://doi.org/10.21831/cp.v39i1.22900

Mazid, S., & Suharno, S. (2019). Implementasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran PKn. Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS, 6(1), 72–85. https://doi.org/10.21831/hsjpi.v6i1.10248

Murdianto, M. (2024). Pendidikan islam berbasis kearifan lokal: Memperkuat identitas suku sasak lombok di era digital. Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 1(03), 238–248. https://doi.org/10.47709/educendikia.v1i03.4921

Natsir, M. (2023). Dua kampung di mataram konflik, rubian siswa terpaksa belajar daring. NTB IDN Times. https://ntb.idntimes.com/news/ntb/dua-kampung-di-mataram-konflik-ribuan-siswa-terpaksa-belajar-daring-00-ldn3d-vkp62k

Poerwanti, J. I. S., Marmoah, S., Istiyati, S., & Mahfud, H. (2023). Classroom-based assessment system to improve the quality of learning in malaysia and indonesia. Mimbar SD, 10(3), 626–642. https://doi.org/10.53400/mimbar-sd.v10i3.61098

Pramadya, T. P., & Oktaviani, J. (2021). Korean wave (hallyu) dan persepsi kaum muda di indonesia: peran media dan diplomasi publik korea selatan. Insignia: Journal of International Relations, 8(1), 87. https://doi.org/10.20884/1.ins.2021.8.1.3857

Purnama, S. (2021). Implementasi pendidikan multikultural melalui mata pelajaran ppkn untuk mendukung sikap toleransi siswa dalam masyarakat multikultur. Jurnal Basicedu, 5(6), 5753–5760. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i6.1561

Retnowati, R., Istiadi, Y., & Istiana, R. (2019). Effectiveness of project learning model based on local wisdom in improving creativity to develop environment learning media. 3rd Asian Education …. https://www.atlantis-press.com/proceedings/aes-18/55917419

Rintiauw, S. P. Maftuh, B. & Malihah, E. (2019). Peran guru dalam pembelajaran resolusi konflik berbasis nilai budaya pela di kota ambon. Social Science Education Jurnal, 6(2)(Sosio Didaktika).

Rosyad, A. M. (2019). Implementasi pendidikan karakter melalui kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah. Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan, 5(2), 173–190. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.32678/tarbawi.v5i02.2074

Sarıdaş, G., & Nayır, F. (2025). Examining the level of culturally responsive school culture. International Journal of Assessment Tools in Education, 12(2), 387–413. https://doi.org/10.21449/ijate.1478068

Siliunas, V., Wan, G., & Edejer, E. (2024). Teacher preparation for culturally responsive teaching: implications for teacher education. Action in Teacher Education, 46(4), 313–331. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/01626620.2024.2358912

Smith, S. E., Mason, J. C., & Bowden, M. (2020). Local wisdom in regenerative teacher practices. Australian Journal of Teacher Education, 45(9), 91–107. https://doi.org/10.14221/ajte.2020v45n9.6

Sugandi, A. . (2026). Pasca benrtrok di mataram, warga pagutan keluhkan konflik berulang. Lombok Tribun News. https://lombok.tribunnews.com/news/103010/pascabentrok-di-mataram-warga-pagutan-keluhkan-konflik-berulang-pemkot-serukan-proses-hukum

Tabroni, I., Nasihah, F., & Bahijah, I. (2021). The Implementation of school culture-based character education in salem state elementary school, pondoksalam subdistrict, indonesia. Erudio Journal of Educational Innovation, 8(2), 202-208.

Toharudin, U., Kurniawan, I. S., & Fisher, D. (2021). Sundanese traditional game “Bebentengan” (Castle): Development of learning method based on Sundanese local wisdom. European Journal of Educational Research, 10(1), 199–209. https://doi.org/10.12973/EU-JER.10.1.199

Yenny Puspita. (2018). Pentingnya pendidikan multikultural. Prosiding Seminar Nasional, 285–291.

Zamroni, Astuti Dwiningrum, S. I., Hope, J., Kartowagiran, B., Sudartinah, T., Siteine, A., & Yao, Z. (2021). Cross-cultural competence in multicultural education in Indonesian and New Zealand high schools. International Journal of Instruction, 14(3), 597–612. https://doi.org/10.29333/iji.2021.14335a

Zulkifli, Maftuh, B., & Malihah, E. (2020). Pendidikan multikulturalisme sebagai resolusi konflik: Perspektif pendidikan kewarganegaraan. JPPHK (Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan), 10(2), 14–34.

Downloads

Published

31-12-2025

How to Cite

Handayani, N., Malihah, E. ., Komalasari, K. ., & Nurbayani, S. . (2025). Integrasi Pendidikan Multikultural dengan Memanfaatkan Kearifan Lokal dalam Membentuk Sikap Toleransi. Gawi: Journal of Action Research, 5(2), 106–119. https://doi.org/10.59329/gawi.v5i1.265

Issue

Section

Articles