Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membentuk Partisipasi Publik pada Tingkat Pasif, Aktif, dan Kritis di Kalangan Mahasiswa
Keywords:
Pendidikan Kewarganegaraan, partisipasi publik, mahasiswaAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam membentuk partisipasi publik mahasiswa pada tiga tingkat, yaitu partisipasi pasif, aktif, dan kritis. Dalam sistem demokrasi, partisipasi publik diperlukan untuk menopang pemerintahan yang akuntabel dan responsif, sedangkan mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai warga negara terdidik sekaligus agen perubahan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur terhadap artikel ilmiah, laporan, dan sumber tertulis lain yang relevan dengan Pendidikan Kewarganegaraan dan partisipasi mahasiswa. Literatur dianalisis melalui proses identifikasi, reduksi, pengelompokan, dan interpretasi temuan berdasarkan tiga tingkat partisipasi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan menyediakan landasan penting bagi pengetahuan, keterampilan, dan disposisi kewarganegaraan mahasiswa. Partisipasi pasif tercermin pada kesadaran terhadap hak, kewajiban, aturan, dan nilai demokrasi; partisipasi aktif berkembang melalui diskusi, organisasi kemahasiswaan, kegiatan sosial, serta praktik demokrasi kampus; sedangkan partisipasi kritis tampak pada kemampuan menilai isu publik, menyampaikan argumen, serta memanfaatkan ruang digital secara bertanggung jawab. Ketiga tingkat tersebut lebih tepat dipahami sebagai suatu kontinum, bukan kategori yang sepenuhnya terpisah. Karena itu, pembelajaran PKn yang kontekstual, interaktif, dan reflektif penting untuk mendorong partisipasi mahasiswa yang lebih bermakna dalam kehidupan demokrasi.
